Jumat, 23 Januari 2009

Menebar Semangat Gotong Royong, menuai rasa bahagia...

Pagi itu, tanggal 7 Januari 2009 jarum jam menunjuk angka 06:45 WIB. Saya sudah berada di atas bis Patas AC 76 jurusan Ciputat - Pasar Senen. Duduk di sebelah saya, seorang laki-laki yang sibuk dengan sebuah koran Pos Kota. Setelah saya perhatikan, ternyata dia sedang membolak-balik bagian iklan baris dengan kategori "Mobil Dijual". Saya kemudian menyapa, "Sedang cari mobil?". Dia menjawab dengan cepat dan pendek, "Ya!". Kemudian saya meminta ijin agar dapat meminjam korannya di bagian yang tidak berisi iklan baris, dia memberikan bagian berita itu kepada saya dan melanjutkan kesibukkannya lagi.

Kemudian saya membuka halaman pertama dan perhatian saya tertuju pada sebuah berita di pojok kiri bawah pada sebuah rubik "Kisah Sukses Anak Jalanan" yang berjudul "Dulu dikejar tramtib, kini dikejar order (3)" yang ditulis oleh seorang wartawan Pos Kota bernama Adin Widodo. Disitu diceritakan mengenai pengalamn hidup seorang anak jalanan bernama Suryanto yang telah sukses. Kesuksesannya diawali dari belajar komputer di sebuah Rumah Singgah, setelah belajar komputer dia berhasil mendapatkan penghasilan yang lebih baik berkat kemampuannya menggunakan aplikasi Photoshop, sehingga dia banyak menerima pesanan pembuatan desain grafis.

Ingatan saya kembali ke akhir tahun 2006 sampai awal tahun 2007. Pada saat itu, saya dan rekan-rekan dari milis "Coding for Humanity", milis "IT Center" dan Yayasan Sekar mengadakan Pelatihan Komputer untuk Anak Jalanan. Kegiatan itu kami lakukan di 3 buah rumah singgah yaitu, Rumah Singgah Dielt Foundation (Jakarta Selatan), Rumah Singgah Pelita (Jakarta Timur) dan Rumah Singgah Sekar (Jakarta Pusat). Sebagian dari foto-foto dari kegiatan di rumah singgah tersebut dapat di lihat di disini.

Kegiatan tersebut dapat berjalan dengan baik berkat semangat gotong royong kami bersama. Yayasan Sekar, sebagai sebuah organisasi yang memiliki kepedulian terhadap keberadaan rumah singgah, menyediakan data tentang rumah singgah dan menjadi penghubung kami ke rumah singah-rumah singgah tersebut. Sedangkan kami menyediakan materi belajar dan juga sebagai tenaga pengajar. Kebutuhan komputer, kabel jaringan, peralatan untuk membuat jaringan dan pemeriksa jaringan kami sediakan secara bergotong royong. Untuk komputer, kami membawa komputer kami di rumah untuk digunakan selama pelatihan di rumah singgah. Saya juga menyediakan kabel jaringan yang kebetulan masih tersisa. Sedangkan peralatan lainnya dibawa oleh rekan-rekan kami yang pekerjaan sehari-harinya memang di bagian jaringan.

Adapun materi yang kami ajarkan adalah Pengenalan Sistem Operasi, Pemanfaatan Aplikasi Perkantoran (Word, Excel dan Powerpoint), Pengenalan Aplikasi-aplikasi lain yang dapat dimanfaatkan untuk membuat desain grafis, dan Pembuatan Jaringan Komputer. Dengan materi-materi itu, kami berharap setelah selesai menjalani pelatihan anak-anak jalanan tersebut dapat mencari pekerjaan yang lebih baik.

Sedangkan biaya operasional, seperti untuk memperbanyak materi pelajaran, makan siang untuk peserta pelatihan dan lain-lain, kami dapatkan dari hasil pengumpulan sumbangan dari kami semua yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Dengan semangat gotong royong, kami berhasil menyelesaikan pelatihan-pelatihan di ketiga rumah singgah tersebut.

Dan akhirnya pada hari ini tanggal 7 Januari 2009, saya benar-benar mendapatkan rasa bahagia yang tidak terhingga setelah membaca rubik di koran Pos Kota itu...

Sebagai penutup, ada satu hal yang ingin saya tekankan disini...
Menebar Semangat Gotong Royong, menuai rasa bahagia