Rabu, 11 Februari 2009

Industri Kreatif untuk menambah kesempatan kerja...

Tahun 2009 ini, pemerintah mencanangkan "Indonesia Creative 2009". Dengan adanya dukungan dari pemerintah, masyarakat berharap dapat untuk mengangkat dan mengembangkan industri kreatif masyarakat dengan mengaitkan budaya dan industri di daerah dan nasional dengan memanfaatkan sumber daya lokal untuk menciptakan peluang bisnis bagi pemain (produsen), distribusi dan pasar nasional.

Pencanangan tersebut dinyatakan oleh bapak Susilo Bambang Yudhoyono pada saat beliau meluncurkan Album Rekaman-nya yang kedua. Tetapi saya sangat sulit untuk mengumpulkan data-data mengenai langkah-langkah apa saja yang sudah dijalankan oleh pemerintah. Dan ternyata akan lebih mudah menemukan apa yang sudah dilaksanakan oleh rakyat untuk mensukseskan gerakan "Indonesia Creative 2009" ini.

Dari kalangan pengusaha, hal ini sudah dilakukan sejak tahun 2007. Sebagai salah satu contoh adalah "DJARUM BLACK Innovation Awards" atau lebih di kenal dengan "Blackinnovationawards". Di tahun-tahun berikutnya, giliran kalangan mahasiswa juga dijaring agar dapat berpartisipasi dalam lomba kreatifitas tahunan ini dalam "Blackinnovationawards goes to campus", yang bertema kan "Stay Creative and Be Innovative!" untuk lomba di kampus pada tahun 2008.

Contoh lainnya misalnya adalah apa yang sudah dilakukan oleh ibu Betti Alisjahbana, hanya beberapa bulan sejak beliau melepaskan jabatannya sebagai pimpinan di sebuah perusahaan multi nasional, dan membangun sebuah kelompok bisnis QB. Dengan menggunakan bendera usaha PT.QUANTUM BUSINESS INTERNATIONAL sebagai induk usaha, yang membawahi beberapa usaha kreatif lainnya, seperti qbfurniture, qbarchitects, qbyouth, dan qbheadlines. Berita mengenai beliau terpampang satu halaman penuh di harian nasional KOMPAS dengan judul "Dunia Kreatif Betti Alisjahbana". Dan beliau selalu mengajak pihak-pihak lain agar melakukan hal yang sama seperti yang beliau lakukan, melalui seminar-seminar yang secara rutin beliau adakan. Seminar QB Entrepreneurship Series yang terakhir mengusung tema “Converting Your Creative Ideas into Profitable Business”, diadakan di dua kota Jakarta dan Bandung. Dengan biaya yang terjangkau banyak orang, seminar-seminar beliau selalu dipenuhi oleh peserta yang sangat antusias.

Dalam seminar-seminarnya, beliau juga selalu membawa seseorang yang sudah sukses dalam bidangnya untuk menambah semangat para peserta agar menjadi seorang entrepreneurship. Sehingga pada akhirnya nanti akan lebih banyak lagi dari kalangan masyarakat yang dapat memberikan lapangan pekerjaan.

Kegiatan-kegiatan seperti ini perlu kita lanjutkan dan perbanyak, karena seperti yang beliau tuliskan pada undangan acara beliau, yaitu :

Untuk menjadi makmur suatu negara butuh entrepreneur paling tidak 2% dari warganya, demikian menurut David McClelland. Saat ini Indonesia masih jauh dari angka itu. Krisis ekonomi, seringkali malah menciptakan peluang bagi mereka yang kreatif.


Negeri tecinta ini berdasarkan data terakhir yang ada baru memiliki 0,8% dari warganya yang menjadi entrepreneur. Masih harus kita usahakan bersama agar angka 2% itu dapat kita capai. Kita tidak perlu menunggu... Saya yakin dengan kekuatan rakyat yang ada kita akan berhasil mencapainya.

Kita harus percaya akan hal tersebut. Coba kita lihat kembali ke masa Orde Baru, semua keberhasilan yang pernah dicapai dan mendapatkan penghargaan dari kalangan internasional adalah semua program yang digerakan oleh kekuatan rakyat. "Swasembada Pangan" dan "Keluarga Berencana" adalah contoh dari keberhasilan itu. Karena keduanya dapat berjalan berkat kekuatan rakyat sendiri, pemerintah hanya sebagai pembuat kebijakan dan fasilitator. Tetapi para petani dan masyarakat yang menjalankan program keluarga berencana yang membuatnya menjadi sukses...